| |||
| Berita Batubara terkini |
Indonesia tercatat sebagai pemasok batu bara terbesar ke India dengan menjual sekitar 77 juta ton sepanjang tahun ini. Angka tersebut sekitar 42,7%-46,6% dari target impor batu bara tahun ini sekitar 165 juta-180 juta ton.
Berita Terkait
Ekspor ke Negara Non Tradisional Ditargetkan US$ 28,54 Miliar
Ekspor ke Negara Non Tradisional Ditargetkan US$ 28,54 Miliar
Tarif Ekspor CPO Turun, RI Siap Tantang Kembali Malaysia
Tarif Ekspor CPO Turun, RI Siap Tantang Kembali Malaysia
Seperti dikutip dari Mining Weekly, Kamis (23/5/2013), Australia yang berada di posisi kedua dengan memasok 26,8 juta ton batu bara ke India. Sementara Afrika Selatan menunjukkan peningkatan paling signifikan sebesar 43% menjadi 17,4 juta ton.
Dengan kebijakan pemerintah Afrika Selatan, negara ini berpotensi menggeser Australia sebagai pemasok batu bara terbesar kedua untuk pembangkit tenaga listrik di India.
Pasokan batu bara Afrika melesat di tengah prospek impor batu bara dari Indonesia dan Autralia tak begitu cerah.
Jika harga batu bara Surabaya internasional stabil, jumlah pengiriman dari Afrika Selatan berpotensi terus melonjak.
Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) sebelumnya memperkirakan ekspor batu bara nasional pada tahun ini mencapai 320 juta ton, atau sekitar 80% dari total produksi 400 juta ton.
Tingginya ekspor batu bara disebabkan masih rendahnya daya serap konsumen batu bara domestik. Batu bara yang diproduksi para produsen batu bara diekspor ke sejumlah negara seperti China dan India.
"Produksi batu bara naik jadi 400 juta ton, dari tahun lalu 386 juta ton. 80% diekspor," ungkap Direktur Eksekutif APBI Supriatna Suhala beberapa waktu lalu.
Supriatna mengakui peningkatan produksi batu bara pada tahun ini tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya karena belum pulihnya kondisi ekonomi dunia. Permintaan batu bara memang naik, tapi kenaikannya tidak begitu besar.
Apalagi saat ini bermunculan produsen batu bara baru seperti Afrika Selatan, Monggolia, Kanada, Selandia Baru dan Amerika Serikat yang hasil produksinya mulai menggempur pasar. Berlebihnya pasokan batu bara membuat harga tidak juga beranjak naik.
"Konsumsi naik, tapi kalau pasokannya berlebih ya harga jadi turun," tuturnya.
| Pengiriman Batubara |